Mulailah Aerobik Untuk Mengatasi Radang Sendi

Anda yang memiliki radang sendi, baiknya segera melakukan pola hidup sehat seperti misalnya sering berjalan kaki saat pagi hari dimana saat itu udara masih terasa sangat segar dan baik untuk kesehatan otak, jantung dan bagian tubuh lainnya. Bahkan, kebiasaan rutin dengan berjalan kaki, dapat membantu mengurangi nyeri pada sendi.

Salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi radang sendi semakin parah, adalah dengan Aerobik.

Mulailah Aerobik Untuk Mengatasi Radang Sendi

1. Latihan Aerobik.

Aerobik melibatkan kelompok otot besar tubuh, dengan cara repetitif dan berirama. Latihan aerobik membantu memperbaiki fungsi jantung, paru-paru, otot, serta sirkulasi darah. Khusus untuk penderita radang sendi, latihan ini membantu kontrol berat badan, perbaikan mood, kualitas tidur, dan vitalitas tubuh.

Latihan aerobik yang dapat dilakukan penderita radang sendi adalah latihan yang bersifat low impact, antara lain:

  • Berjalan kaki, di luar maupun di dalam ruangan dengan treadmill.
  • Bersepeda, di luar maupun di dalam ruangan dengan sepeda statis.
  • Dansa aerobik.
  • Olahraga air, seperti berenang atau hidroterapi.
  • Rekomendasi waktu latihan aerobik adalah sekitar 150 menit sehari (waktu total dalam seminggu, dapat dibagi dalam beberapa periode waktu atau hari), dengan intensitas sedang, setiap minggunya.

2. Latihan kekuatan.

Aktivitas ini ditujukan untuk meningkatkan kekuatan otot. Semakin kuat otot yang berada di sekitar persendian, semakin kuat juga topangan terhadap sendi, sehingga beban yang disangga oleh sendi bisa berkurang. Akibatnya peradangan sendi dan nyeri ikut berkurang, begitu pula dengan kebutuhan akan obat-obatan antinyeri dan antiradang.

Pada latihan ini, otot dilatih untuk melawan beban atau tahanan tertentu, tanpa meningkatkan rasa nyeri pada sendi. Contohnya:

  • Gerakan yang melawan gaya gravitasi.
  • Gerakan anggota tubuh di dalam air.
  • Mendorong atau menarik beban.
  • Rekomendasi waktu latihan kekuatan adalah 1 set yang terdiri dari 8-10 gerakan untuk kelompok otot terkait, sebanyak 2-3 kali seminggu. Pada individu yang berusia lebih tua, beban yang digunakan dalam latihan dapat dikurangi. (klikdokter).

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.