Manfaat Brokoli Dapat Mencegah Penyakit Osteoartritis

Diketahui bahwa Osteoartritis, termasuk jenis peradangan sendi yang merusak kartilago yaitu sebuah lapisan tulang rawan di antara tulang. Gejala Osteoarthritis ini biasanya berupa kesulitan untuk berjalan, cepat lelah, kesulitan untuk berjongkok, dan mudah jatuh.

Manfaat Brokoli Dapat Mencegah Penyakit Osteoartritis

Namun menurut penelitian terbaru, Brokoli yang termasuk kedalam kubis-kubisan ini dikatakan dapat membantu dalam memperlambat perjalan penyakit Osteoartritis tersebut. Brokoli disebut sebagai sayuran yang dapat mencegah Osteoartritis adalah karena memiliki kandungan Sulforaphane di dalamnya.

Para peneliti mengatakan jika Sulforaphane yang juga dikeluarkan saat orang makan sayuran yang merupakan sayuran jenis persilangan, seperti kubis dan kol. Namun demikian, kandungan tertingi Sulforaphane justru terdapat pada brokoli.

Sistem kerja dari kandungan Sulforaphane adalah :

  • Membantu memhambat kerusakan tulang rawan pada persendian yang berkaitan dengan gejala nyeri pada penderita Osteoartritis.
  • Menghambat enzim yang menyebabkan kerusakan persendian dengan menghentikan molekul penting yang diketahui dapat mengakibatkan peradangan.

Pada penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan percobaan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang telah mengonsumsi makanan tinggi kandungan Sulforaphane sedikit mengalami kerusakan tulang rawan dibandingkan dengan tikus yang tidak mengonsumsi Sulforaphane tersebut.

Namun, jika Anda mengonsumsi sayuran yang mengandung Sulforaphane di dalamnya seperti Brokoli, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini diketahui karena Sulforaphane dapat mengganggu kinerja obat lain, dan sayangnya sampai saat ini dampak jangka panjang Suforaphane belum diketahui.

Dan yang tidak kalah penting dalam pencegahan Osteoartritis sebaiknya mulai lakukan dengan mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, misalnya dengan menjaga kondisi berat badan tetap optimal, dan berolahraga. Namun, usahakan untuk tidak berolahraga secara berlebihan, dan hindari jenis olahraga yang banyak membebani lutut, seperti melompat dan bersepeda. (klik dokter).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *