5 Penyebab Menstruasi Tak Kunjung Berhenti

Periode menstruasi normal pada wanita, umumnya terjadi dalam kurun waktu satu minggu atau 7 hingga 8 hari. Namun, jika ternyata menstruasi terjadi lebih dari seminggu atau mencapai berbulan-bulan, maka pemeriksaan ke dokter sebaiknya tidak ditunda lagi.

5 Penyebab Menstruasi Tak Kunjung Berhenti

Dikutip dari laman lifestyle Okezone, dibawah ini adalah kelima faktor penyebab yang diduga membuat siklus menstruasi tak kunjung berhenti. Diantaranya :

  • Hormon kacau.

Sindrom Polikistik Ovarium alias PCOS, hipo atau hiper tiroid, dan gangguan lain terkait kekacauan hormon dapat menyebabkan menstruasi yang lama, berat, atau tidak teratur, kata Dr Ross. Karena kondisi ini, Anda dapat menemui endokrinologi untuk mengecek kondisi tersebut.

  • Konsumsi obat tertentu mengacaukan hormon.

Obat-obat tertentu, seperti obat tiroid, steroid, dan antipsikotik, juga dapat mengganggu kadar hormon Anda. Jika benar Anda sedang mengonsumsi obat tersebut, pastikan Anda meminumnya dengan benar dan tanyakan tentang alternatif obat kepada dokter Anda.

  • Berat badan berubah.

Jika Anda baru saja alami pertambahan berat badan ketika menstruasi tidak lancar atau normal ini bisa jadi saling berkaitan. Peningkatan lemak tubuh menyebabkan kadar estrogen lebih tinggi, yang dapat membuat haid lebih lama dan lebih berat.

  • Anda sedang super stres.

Stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi, bahkan dapat menyebabkan haid berhenti sama sekali. Jika Anda melihat perubahan dengan waktu mens Anda ketika putus cinta, ditinggal orang tercinta, atau kondisi stres lainnya, konsultasikan masalah Anda dengan profesional.

  • Paparan estrogen tinggi.

Haid terlalu lama bisa terjadi karena dominasi estrogen yang melebihi progesteron dalam tubuh. Estrogen yang didapat dari luar tubuh Anda, seperti dari plastik, pestisida, dan daging dengan hormon tambahan yang masuk ke tubuh dapat memiliki efek yang sama.

Untuk mengekang efek dari estrogen lingkungan, makan diet tinggi serat, yang mencegah kelebihan penyerapan estrogen. Selain itu, upayakan untuk menccegah konsumsi makanan berpestisida, berhormon, dan mengandung antibiotik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.